Pengertian Defensive Planning adalah memberikan perlindungan pada apa yang telah didapatkan/dimiliki/dicintai, sehingga sekiranya terjadi sesuatu pada kita, hal-hal yang telah kita dapatkan/miliki/cintai tersebut tidak rusak/hilang tetapi bisa kita wariskan kepada ahli waris yang kita inginkan.

Defensive Planning sangat perlu dilakukan sebagai langkah untuk menghadapi keadaan yang tidak normal atau musibah.

asuransiUntuk melakukan strategi Defensive Planning ini diperlukan bantuan dari pihak lain, yaitu ASURANSI.

Ada banyak strategi yang dapat diterapkan dengan menggunakan asuransi, antara lain:

  1. Proteksi Income
  2. Proteksi Asset
  3. Estate Planning

 

 

proteksi-pendapatan-perlukahProteksi Income,. tujuannya adalah mendapatkan penggantian berupa uang sekiranya tertanggung mengalami pengobatan dan harus opname di rumah sakit, bahkan hingga resiko tertanggung meninggal dunia. Contoh: Bapak Ali mempunyai polis asuransi jiwa sebesar 500 juta untuk resiko meninggal dunia atau cacat tetap total. Sekiranya Bapak Ali meninggal maka ahli waris Bapak Ali akan memperoleh uang pertanggungan sebesar 500 juta, dimana uang ini bisa digunakan oleh ahli waris untuk diinvestasikan atau ditabung sehingga penghasilan yang dulu didapatkan Bapak Ali bisa didapatkan sekalipun Bapak Ali sudah meninggal.

Catatan: Ada pula manfaat tambahan asuransi yang bisa memberikan penggantian uang saat tertanggung di opname di rumah sakit, dan tidak meninggal dunia. Jadi asuransi akan menggantikan/memberi uang sebagai pengganti penghasilan kepada tertanggung selama tertanggung sakit dan opname di rumah sakit.

 

proteksi-assetProteksi Asset, .tujuannya adalah mendapatkan penggantian berupa uang sekiranya tertanggung meninggal dunia atau cacat tetap total, dan uang yang didapatkan itu digunakan untuk menebus hutang tertanggung yang menggunakan jaminan. Contoh: Bapak Ali mempunyai hutang di Bank sebesar 500 juta dengan mengagunkan rumah nya, danĀ  Bapak Ali mempunyai perlindungan asuransi sebesar 700 juta. Maka seandainya Bapak Ali meninggal dunia, maka ahli waris Bapak Ali akan mendapatkan uang pertanggungan sebesar 700 juta dari asuransi; dan uang pertanggungan asuransi ini bisa digunakan oleh ahli waris untuk melunasi hutang Bapak Ali di Bank yang sebesar 500 juta sehingga rumah yang tadinya dijaminkan ke Bank, tidak akan disita oleh Bank, dan akan menjadi milik ahli waris Bapak Ali.

 

WebEstate Planning, bisa juga disebut sebagai warisan, tujuannya adalah menyisihkan SEBAGIAN uang yang telah dimiliki untuk membeli polis asuransi. Jika terjadi resiko meninggal dunia maka asuransi akan mengganti jumlah yang dipertanggungkan tersebut. Contoh: Bapak Ali mempunyai uang 10 Milyar dan ingin mewariskan seluruh uang 10 Milyar tersebut kepada para ahli warisnya. Maka Bapak Ali cukup membayar premi untuk pertanggungan 10 Milyar, yaitu misalkan preminya 3 Milyar. Dengan hanya membayar premi 3 Milyar ini maka Bapak Ali mendapat manfaat berupa asuransi 10 Milyar yang akan cair jika Bapak Ali meninggal dunia. Hebat bukan? Hanya dengan membayar 3 Milyar (yg bahkan bisa dicicil 10 tahun), Bapak Ali bisa memberikan warisan 10 Milyar kepada ahli warisnya. Dengan cara ini, Bapak Ali yang semula harus menyediakan 10 Milyar untuk warisan, sekarang tinggal menyediakan 3 Milyar saja, dan sekarang Bapak Ali mempunyai “Kelebihan” uang sebesar 7 Milyar yang bisa dia gunakan untuk apapun yang Bapak Ali inginkan.

Selain manfat diatas, asuransi juga mempunyai manfaat lain yang sudah umum , seperti manfaat meninggal dunia, manfaat sakit kritis, manfaat rawat inap, manfaat income di saat krisis, manfaat kecelakaan, manfaat pendidikan, manfaat pensiun. Untuk penjelasan lebih detailnya, silakan menghubungi kami melalui telpon/email/fax/whasapp/line/imo. Kami siap membantu konsultasi untuk anda tanpa biaya apapun.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *